Jum’at 29 November 2013 kampus kami dikunjungi oleh
seorang arsitek bernama Munichi B Edrees, beliau adalah ketua Ikatan Arsitek
Indonesia (IAI). Kedatangan beliau tak lain adalah untuk memberikan kuliah umum.
Banyak pengetahuan baru yang diberikan oleh beliau pada hari itu... namun yang
sangat berkesan, saat beliau menggambarkan dan menjelaskan mengenai five star
dengan bahasa yang lugas serta diselingi dengan humor-humor segar.
Sumber: dokumentasi pak Masdar
Berikut 5 poin penting (five star) yang
harus dipenuhi dalam perancangan sebuah produk arsitektur, yaitu:
- Function yang berarti fungsi adalah poin pertama yang harus diperhatikan dalam perancangan sebuah bangunan, dimana sebuah bangunan harus memenuhi fungsi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Contohnya saja begini, fungsi pakaian adalah untuk menutupi aurat bukan !? Lalu bagaimana jika kita ditawari sebuah pakaian bermodel baru, yang dilubangi disana-sini (tidak mampu menutupi aurat) ??? Tentu saja tidak akan terpakai bukan, karena pakaian tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya :) Nah... begitu pula halnya dengan bangunan. Jika sebuah bangunan telah memenuhi fungsinya, maka bangunan tersebut akan digunakan dan nantinya bermanfaat, itu yang terpenting.
- Form, dimaksudkan setiap produk arsitektur memiliki bentuk-bentuk yang sesuai dengan kaidah arsitektur seperti dimensi yang sesuai dengan skala manusia dan tentunya tanpa melupakan aspek estetika.
- Technic yang baik dalam membangun... nah, sebuah bangunan yang sudah direncanakan semestinya dapat dibangun dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.
- Safety, bangunan kokoh atau memiliki struktur yang baik dan memenuhi aspek keselamatan seperti adanya alat pemadam kebakaran, dan adanya tangga darurat sebagai jalur evakuasi. Seperti halnya mobil, apa jadinya sebuah mobil tanpa rem ??? L sebagus dan semahal apapun mobil itu...jika tak ada rem, dapat dipastikan tak ada yang mau mengendarai mobil tersebut.
- Comfortable, artinya bangunan dapat memberikan kenyamanan kepada penggunanya sehingga segala aktifitas dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin.
Terakhir beliau mengingatkan bahwa ke 5
poin tersebut harus disesuaikan dengan konteks lingkungan tempat bangunan
tersebut berada, karena walau bagaimanapun, keadaan alam, iklim, dan budaya
setempat sedikit banyaknya akan mempengaruhi sebuah produk arsitektur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar