Sabtu 21 Desember aku berangkat ke Sabang
bersama adik dan sahabatku... sebenarnya keputusan untuk berangkat ke Sabang
begitu mendadak... awalnya bimbang antara jadi atau tidak... barulah pagi itu
kuputuskan untuk berangkat, mengingat deadline seminarku semakin dekat :( ya
mau gimana lagi... datanya harus diburu...
Siang itu, langit Banda Aceh begitu terik... kami tiba di pelabuhan Ulee Lheu pukul 14.30 WIB. Setelah mengantri sekitar sejam
lebih di pelataran parkiran kendaraan, barulah kami diperbolehkan untuk menaiki kapal.
Awalnya kapal melaju dengan tenang, hingga tiba di tengah samudera hindia,
kurang lebih posisi kapal diantara daratan Banda Aceh dan Sabang... langit
mulai mendung dan angin bertiup kencang... mulailah kapal oleng bergerak ke
kiri dan ke kanan, membuatku merasa mual :( ini pengalaman pertamaku
berlayar dengan cuaca yang tidak bersahabat...
panik sih enggak... tapi pusingnya itu yang ga tahan... mau ke wc aja jalan sempoyongan kayak orang mabuk.... hahaaaaaa
panik sih enggak... tapi pusingnya itu yang ga tahan... mau ke wc aja jalan sempoyongan kayak orang mabuk.... hahaaaaaa
Saat pulau Weh mulai terlihat dekat, angin berhembus semakin kencang, ombak kian tak tenang... dari laut muncul segerombolan lumba-lumba yang
melompat kesana kemari seakan sedang mengawal lajunya kapal... ini benar-benar
pengalaman yang menakjubkan :D sudah beberapa kali ke Sabang...baru kali ini melihat lumba-lumba (sampai tercengang dibuatnya). Sayangnya
momen ini tak sempat diabadikan, karena bb kehabisan batre dan kameraku
ketinggalan di bawah jok motor *nyesel*
Malam itu... sesampainya di kota Sabang, hujan turun disertai
dengan suara petir yang menggelegar... aku terus berdoa dan berharap hujan reda,
agar keesokan harinya perjalanan menuju Iboih menggunakan sepeda motor berjalan
lancar... Namun kenyataan tak sesuai harapan :( Minggu
22 Desember, langit Sabang gelap dan hujan tak berhenti turun hingga membasahi tanah
dan membuat jalanan menjadi licin. Tapi perjalanan tak bisa ditunda, karena
keesokan harinya tanggal 23 sudah diagendakan sebagai jadwal kepulangan, jadi
mau tak mau... kami harus terus menyusuri jalanan sembari diguyur hujan,
menaiki tanjakan demi tanjakan, dan setiap kali melalui turunan yang disertai tikungan
tajam rasanya jantung mau copot. Perjalanan yang sungguh
melelahkan sekaligus tak terlupakan.
View ke arah pulau-pulau yang dikelilingi oleh lautan tenang
Senin pagi... 23 Desember 2013, barulah terlihat langit cerah nan biru... begitu indah panorama alam Sabang... Satu hal yang pasti, melihat dengan mata sendiri jauh lebih indah dibandingkan melihat dengan menggunakan kamera, walau merk dan tipe terbagus sekalipun (tak tertandingi deh pokonya). Hamparan laut biru dan toska ditambah kilatan pasir putih, terumbu karang yang eksotis... benar-benar perpaduan yang begitu memikat...
pantai Sumur Tiga
pantai kasih - Sabang Fair
pantai Sumur Tiga
Namun sayangnya kami tak bisa
berlama-lama... pukul 12.00 WIB sudah harus berada di pelabuhan Balohan untuk
mengantri. Hmm... secara keseluruhan ini merupakan perjalanan yang sungguh
luar biasa... survey yang begitu menyenangkan dalam paket komplit pastinya J
perjalanan pulang dari Balohan menuju Ulee Lheu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar