Minggu, 08 Desember 2013

Silaturahmi & Arsitektur

Silaturahmi berasal dari dua kata, yaitu silah yang berarti ikatan dan rahmi yang berarti kasih sayang... jadi silaturahmi dapat diartikan sebagai ikatan kasih sayang. Lebih luas lagi silaturahmi dapat diartikan sebagai hubugan kasih sayang, tolong menolong, berbuat baik, dan berkunjung. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahmi."(HR. Muslim)

Dalam menjalin silaturahmi, tentunya setiap orang membutuhkan sebuah wadah/ tempat untuk bertemu, berkumpul, berbincang-bincang dan sebagainya. Wadah ini disebut dengan ruang. Berbicara mengenai ruang, tentu saja hal ini sangat erat kaitannya dengan dunia arsitektur.
Bukankah arsitektur merupakan seni menata ruang, yaitu ruang yang dirancang guna memenuhi kebutuhan manusia dalam melakukan aktifitasnya. Singkat kata arsitektur dari manusia untuk manusia.

Sebagai seorang arsitek, dalam merencanakan ruang hendaknya memperhatikan 3 aspek kebutuhan manusia, yaitu;
  • Aspek biologis, memenuhi kebutuhan biologis seperti mewadahi fungsi ruang-ruang sesuai dengan kebutuhan pengguna ruang. Contoh; manusia membutuhkan tidur dan arsitek merancang kamar tidur, makan dengan memenuhi kebutuhan akan ruang makan, mandi dengan memenuhi kebutuhan akan kamar mandi dan sebagainya.
  • Aspek psikologis, memenuhi kebutuhan psikologis seperti merancang ruang dengan memperhatikan estetika sehingga pengguna merasa bahagia berada di ruangan tersebut.
  • dan aspek sosial, memenuhi kebutuhan manusia untuk melakukan interaksi dengan sesamanya (bersilaturahmi) dengan menyediakan ruang-ruang publik.

Kedua aspek pertama ini sering diwujudkan dalam perancangan, lalu bagaimana dengan aspek yang ketiga??? Belakangan ini, pentingnya keberadaan ruang publik memang kurang mendapat perhatian, padahal ruang ini memiliki manfaat yang begitu besar guna menjaga hubungan antara sesama manusia sesuai dengan lingkup interaksinya. Misalnya saja di rumah, guna menjalin komunikasi yang baik antara ayah, ibu dan anak-anak maka dibutuhkan sebuah ruang bersama yang disebut ruang keluarga.

Pada lingkup yang lebih besar lagi seperti perkotaan, untuk mewadahi interaksi sosial manusia, tentunya perlu adanya ruang-ruang terbuka hijau seperti taman kota. Faktanya kini, kebanyakan orang mengabaikan manfaat dari ruang terbuka hijau itu sendiri, hal ini dibuktikan dengan banyaknya ruang-ruang terbuka hijau yang dimusnahkan, berganti menjadi deretan ruko, mall, hotel, apartemen dan bangunan-bangunan lainnya.

Rasulullah saw bersabda, "Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan dimana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain." (HR. Muslim)

Jadi, mulai sekarang marilah kita menggiatkan diri dalam hal menjalin hubungan silaturahmi... dan sebagai seorang arsitek mari merencanakan ruang-ruang sebagai wadah silaturahmi untuk saling mengenal, bersosialisasi agar senantiasa bermanfaat dan menjadi rahmatan lil’alamin, sehingga nantinya arsitektur dapat membentuk kepedulian kita terhadap sesama dan persaudaraan semakin terjalin indah diantara kita J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar