Ketahuilah
bahwa lisan itu amat besar bahayanya. Tidak ada orang yang bisa selamat
darinya, kecuali dengan diam. Rasulullah s.a.w bersabda, “Barangsiapa diam,
niscaya akan selamat.” (HR. Tirmidzi). Manusia yang waspada tentu akan
menyadari bahwa di dalam banyak bicara terdapat bahaya. Bukankah banyak bicara
banyak salah, banyak salah banyak dosa, dan dosa tempatnya adalah neraka.
Sedangkan di dalam diam terdapat keselamatan. Maka dari itu keutamaan diam amat besar. Di dalam diam, terdapat kebijaksanaan, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “Diam adalah kebijaksanaan, dan sedikit orang yang mampu melakukannya.” (HR. Abu Manshur ad-Dailami)
Sedangkan di dalam diam terdapat keselamatan. Maka dari itu keutamaan diam amat besar. Di dalam diam, terdapat kebijaksanaan, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “Diam adalah kebijaksanaan, dan sedikit orang yang mampu melakukannya.” (HR. Abu Manshur ad-Dailami)
Diriwayatkan
dari Said ibn jubair, bahwa Rasulullah berkata, “Apabila anak cucu Adam
bangun di waktu pagi, maka semua anggota tubuhnya berpesan kepada lisannya
dengan berkata, ‘Takutlah kepada Allah demi kami! Karena, jika engkau lurus
(baik), niscaya kami juga lurus (baik, jika engkau bengkok (jahat), niscaya kami
juga bengkok.’” (HR. Tirmidzi)
Ucapan
itu ada empat macam:
- Ucapan yang berbahaya
- Ucapan yang bermanfaat
- Ucapan yang di dalamnya ada manfaat
- Ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak berbahaya
Sedangkan
ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak berbahaya, maka ucapan itu tidak
berguna. Sebab sama halnya dengan menyia-nyiakan waktu dan menceburkan diri ke
dalam kerugian yang besar. Ucapan yang pasti bermanfaat pun harus diwaspadai
karena di dalam ucapan yang bermanfaat bisa terselip riya’ (hasrat
pamer) yang sering tidak disadari.
Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa manusia itu pada hakikatnya, selalu berada
dalam bahaya. Salah sedikit dalam berucap, maka kemudharatan yang
ditimbulkannya besar sekali. Ketika Rasulullah ditanya tentang sesuatu yang
paling bisa menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam neraka, maka beliau
mengatakan, “Dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan!” (HR. Tirmmidzi)
Oleh
karena itu, jika tidak dapat berkata yang baik-baik maka diam adalah pilihan
yang utama J.
Rasulullah s.a.w bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata benar atau bersikap diam!” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar